Peringati Hari Kartini, SILN Davao Gelar Fashion Show dan Berbagai Perlombaan

2Davao City-SILN Davao. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Kartini. Kamis, 21 April 2016, Sekolah Indonesia Davao (SID) memperingati Hari Kartini dengan menggelar Fashion Show baju adat dan berbagai kegiatan lomba. Acara yang bertema “Jadilah Generasi yang Cerdas, Berbudi Pekerti Luhur dan Santun” diadakan di Kanopi SID pada pukul 07.00-13.00 waktu setempat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua siswa, guru beserta karyawan SID. Rangkaian peringatan hari Kartini diawali dengan perlombaan tahap pertama yaitu Lomba merias ( SMP-SMA), Lomba mewarnai ( SD ) dan Lomba cerdas-cermat ” Pero O Bayong” (Red. Uang atau karung, / kuis permainan di Filipina). Lomba mewarnai tingkat SD diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 s.d 6. Peserta lomba sangat antusias mengikuti kegiatan lomba. Dien Mukti Sumanang, atau akrab dipanggil Dedea mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Dedea senang bisa memilihkan warna baju untuk Ibu Kartini” ungkap siswa kelas 1 berambut keriting itu.

Gambar : Lomba mewarnai tingkat SD

23 

2526 29 30a (1)

30a (4)

Gambar : Lomba cerdas cermat ” Pera O Bayong ”  SMP dan SMA

290291 291a292 293  294

Hal unik dari peringatan hari Kartini di SID kali ini adalah seluruh petugas upacara merupakan siswi-siswi SID yang notabene menjadi peserta lomba merias.
“Semangat Kartini ternyata menjiwa pada kartini-kartini SID (para petugas upacara) yang melaksanakan tugas upacara dengan baik. Kami bangga kepada kalian”. Ungkap Kepala Sekolah Indonesia Davao, Bapak Setyo Wardoyo saat menyampaikan amanat upacara
“Pasti diantara kalian ada yang sudah mengenal sosok Kartini, Kartini merupakan sosok perempuan Indonesia yang berusaha untuk bisa meningkatkan derajat perempuan agar bisa lebih baik dari segi pendidikan,” Jelasnya
“Menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena memiliki perempuan hebat (RA Kartini) yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, sehingga dalam menghargai jasa Kartini, selayaknya tidak hanya upacara peringatan saja, melainkan juga semangat belajar” ujarnya memberi motivasi semangat belajar untuk siswa-siswa SID.

Gambar : Upacara peringatan Hari Kartini

8   6

9  5

11  15

10  15a (2)

16  18

Lomba lain tak kalah menarik, yaitu lomba Pero or Bayong. Dukungan semangat mengalir kepada Marlon B. Cortez peserta lomba yang menjadi finalis Pero or Bayong saat harus memilih uang atau amplop. Pada perlombaan pembacaan puisi dan pidato bertema Kartini, saat peserta penampilkan puisi ataupun pidato, siswa yang lain duduk dengan manis sambil mendengarkan penampilan yang dibawakan.

Acara selanjutnya, sambil menunggu hasil penilaian juri untuk 3 juara pada setiap perlombaan, dilanjutkan dengan lomba Fasion Show. Lomba ini diikuti oleh perwakilan siswa SD, SMP dan SMA. Setiap kelas mengirimkan 1-2 peserta. Sebanyak lima belas siswa bergantian berlenggak-lenggok di jalur yang disediakan panitia. Gaya mereka beragam. Ada yang mengundang tawa penonton, ada yang bisa bergaya bak model kecil di televisi, ada pula yang terlihat malu-malu, bahkan kaku.
“Harapannya anak-anak dapat mengenal budaya Indonesia dan mengenal salah satu pahlawannya juga, yaitu R.A. Kartini,” tutur Mohamad Imam tersenyum.

34  35

43  50

61  68o

78

FB_IMG_1461419827583

Mohamad Imam, Guru PPKn SID selaku koordinator acara juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini Kami ingin menanamkan nilai moral dan mengenalkan emansipasi wanita pada siswa-siswa melalui perlombaan yang diselenggarakan. Acara terakhir adalah membacaan juara pemenang dan pembagian hadiah kepada para juara.

Meski acara ini belum diadakan rutin setiap tahunnya, namun harapannya acara ini kedepannya bisa dijadikan agenda tahunan dikemas dengan konsep yang variatif untuk menanamkan nilai moral dan meningkatkan nasionalisme siswa-siswa SID. Terlihat tak hanya siswa saja yang antusias mengikuti acara ini, namun para guru juga turut antusias.
Seperti Yunia T. Riski, Guru Kelas I SID yang beranggapan bahwa acara diadakan ini asyik dan seru meskipun sedikit menguras tenaga menggunakan kebaya dalam kegiatan, tetapi cukup senang dan bangga bisa mengenalkan budaya Indonesia di sini kepada siswa-siswa.

Perayaan hari Kartini hari ini, Semua guru SID menggunakan baju daerah. Bapak guru menggunakan batik, sedangkan ibu guru menggunakan kebaya. Meski hanya berlangsung setengah hari menggunakan baju kebaya ataupun baju daerah, namun kebanggaan terhadap Kartini tak berhenti saat itu juga.

”Ke depan ide baik ini akan ditingkatkan dan terus dilestarikan. Jika dimungkinkan, akan diupayakan seluruh siswa SID dapat menggunakan baju daerah pada setiap peringatan hari Kartini . Disamping untuk memupuk rasa Nasionalisme juga untuk lebih mengenalkan budaya Indonesia. Pakaian kebaya, pakaian nasional / pakaian daerah adalah produk asli budaya Indonesia yang harus dijaga , dilestarikan dan dicintai sehingga semangat nasionalismenya terus bertumbuh ,” papar Slamet Nugroho, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Sekolah Indonesia Davao.

Selamat hari Kartini
#cerita mutiara mutiara negeri
SILN Davao
Davao City April 21, 2016

(Tiara/editor Slamet)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s