Menghadirkan Indonesia di Phillipines Japan Culture Days

10

Davao City-SILN Davao- Kamis (05/10) para siswi Sekolah Indonesia Davao menunjukkan talentanya dalam bidang seni tari tradisional. Salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. Dengan kemampuan asah, asih, dan asuh ibu Sherly Dalawir-guru Seni Tari SID, para siswi SID yang tercatat kelas X itu menampilkan dengan baik tarian Rantak pada acara Phillipines Japan Culture Days. Phillipines Japan Culture Days merupakan acara tahunan  yang digelar guna memperingati hari jadi Phillipine Nikkei Jin Kai International School.

Di tengah-tengah kesibukan siswa-siswi SID yang lain, yakni mengikuti kegiatan Ulangan Tengah Semester (UTS) yang tengah berlangsung selama tiga hari, rantakers SID menghadirkan Indonesia melalui tarian Rantak dalam undangan persahabatan dari Phillipine Nikkei Jin Kai International School pada acara bernuansa Jepang tersebut.

Tarian Rantak merupakan tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat, Indonesia. Tarian Rantak biasanya ditarikan oleh penari dengan menggunakan pakaian warna cerah, diiringi musik yang dinamis, serta gerakan yang kuat dan tajam ditambah dengan hentakan kaki. Tari Rantak ini banyak menghipnotis mata para penonton yang melihatnya. Begitupun Rantak Siswi SID pada Phillipines Japan Culture Days siang itu.

This is amazing!” ungkap seorang pemuda, kepada temannya di tengah kerumunan hadirin Phillipines Japan Culture Days. Ungkapan dari pemuda tersebut tidaklah berlebihan. Ya, pada hari itu salah satu kekayaan Indonesia disuguhkan kepada warga Phillipine Nikkei Jin Kai International School. Meskipun rantakers SID baru menampilkan tarian tersebut pertama kali di Phillipine Nikkei Jin Kai International School, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu Tarian Merak dan Pendet, mereka cukup apik menarik perhatian hadirin dengan rancakan (red. hentakan) bunyi kaki  yang selaras dengan ketegasan gerakan mereka.

Kepala Sekolah Indonesia Davao, Drs. Agus, M. Pd mengaku senang dan bangga terhadap penampilan siswi-siswinya tersebut. “Saya rasa kegiatan ini sangat positif, melalui kegiatan ini SID lebih dari sekedar mengenalkan kekayaan seni budaya Indonesia, selain itu juga dapat menjadi salah satu instrumen relevan dan penting  SID dalam menghadirkan pengalaman untuk siswa-siswi belajar dan berprestasi di bidang non akademik. Hal ini juga dapat membangun dan memperkuat hubungan baik SID dengan sekolah mitra,“ ungkap Bapak Agus.

23

Semoga melalui kegiatan ini siswa-siswi Sekolah Indonesia Davao mendapatkan pengalaman dan inspirasi yang berkesan dan dapat dimanfaatkan di kemudian hari.

(Yunia Tiara/ Editor Slamet Nugraha)

#cerita mutiara mutiara negeri

NB: untuk video tarian bisa dilihat di sini  https://www.youtube.com/watch?v=jzBUxil6_v4&feature=youtu.be

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s