Kenangan Indahku merajut mimpi dan kebahagiaan bersama mereka.

58Maslina Sinaga, S.Pd . 28 Oktober 2017. Menjadi bagian dari warga Sekolah Indonesia Davao sejak Juli 2016 hingga Oktober 2017 merupakan pengalaman berharga dalam perjalanan hidup saya sebagai seorang guru. Ada sesuatu yang membuat saya merasa spesial berada di lingkungan Sekolah Indonesia Davao ini.

8

 

50

Berada di antara mereka guru- guru hebat penuh dedikasi yang sudah lama mengabdi di Sekolah Indonesia Davao ini adalah moment keberuntungan saya untuk belajar dari mereka. Jika dianalogikan, mencari ikan di laut yang tenang dan memperoleh banyak ikan adalah hal yang menyenangkan dan lazim adanya. Namun mencari ikan di laut yang dalam penuh badai merupakan sebuh tantangan. Guru- guru luar biasa ini telah terbiasa berhadapan dengan suasana lingkungan sekolah yang benar2 berbeda dari suasana lingkungan sekolah umumnya di Indonesia. Padatnya jadwal kegiatan  yang berhubungan dengan  kegiatan KJRI Davao City  tentu menuntut kerja keras rekan-rekan guru dalam membantu persiapan acara maupun  melatih anak-anak tanpa  mengganggu pencapaian target KBM di sekolah. Hal ini membutuhkan strategi alokasi waktu, strategi pembelajaran dan stamina fisik yang tinggi. Aktivitas di sekolah sangat dinamis dengan ritme kegiatan yang sangat cepat. Bahkan semua guru Tetap     belajar tanpa mengenal istilah senioritas. Saya bangga pernah berada di antara mereka, guru- guru hebat itu.

Sebagai seorang guru, Saya tak bisa memungkiri, setiap hari saya jatuh cinta pada mereka, anak-anak didik di Sekolah Indonesia Davao. Kian hari rasa itu terbaharui dan membesar. Ketika sejenak menyempatkan diri duduk bercengkrama dengan mereka, sesekali menjenguk mereka di asrama, menyuapkan beberapa sendok nasi  ketika mereka sakit dan tak mau makan, atau mendengar kisah-kisah unik mereka maka saya jatuh cinta berulang- ulang pada mereka. Kondisi mereka yang jauh dari orang tua, latar belakang ekonomi keluarga sampai pengalaman-pengalaman hidup yang tak terbayangkan oleh saya, bisa dialami oleh mereka, anak-anak spesial ini..

Saya tak memungkiri bahwa telah menganggap mereka sebagai anak saya sendiri. Ada ikatan  kuat yang terbangun dari sapaan, tatapan hingga air mata mereka saat gundah. I love them.

Tidak ada manusia yang sempurna, benar adanya. Anak- anak didik di Sekolah Indonesia Davao memiliki bakat yang hebat di bidangnya masing- masing. Keterampilan dan ketertarikan mereka di bidang seni dan olah raga sangat baik, rasa percaya diri tampil di depan umum juga baik, terbiasa mengungkapkan pendapat bebas tanpa beban rasa takut, serta budaya mencontek yang tak lazim buat mereka. Namun perlu usaha lebih keras dan ketekunan dalam pencapaian-pencapaian akademik. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru tentunya.

Ketika masa tugas saya telah berakhir di Sekolah Indonesia Davao, maka saya harus kembali ke Indonesia. Tentu berat meninggalkan sekolah yang sudah menjadi rumah bagi saya, Kepala Sekolah dan ibu serta wakil-wakil kepala sekolah yang saya anggap orang tua saya, rekan- rekan guru yang menjadi bagian keluarga serta anak–anak didik yang telah menjadi anak-anak saya. Tapi dinamisnya hidup menjanjikan pertemuan-pertemuan berikutnya di masa akan datang, tentunya dalam suasana berbeda namun dalam kondisi yang lebih baik, pencapaian yang lebih tinggi dan kreasi-kreasi bermanfaat yang lebih banyak. Amiin

Moment-moment di setiap sudut Sekolah Indonesia Davao selama 16 bulan terakhir pasti akan selalu terkenang. Bercanda di ruang guru, mengajar di kelas, mendengar curhat anak-anak di gubuk, sholat berjamah dan mengaji iqra di mesjid..tak mungkin terluput dari ingatan. Seperti ada yang belum saya tuntaskan di sana, namun waktu jua yang menentukan.

Saya pribadi memgucapkan terimakasih atas kebersamaan dan banyak bantuan serta support selama ini dari keluarga besar Sekolah Indonesia Davao dan saya juga menghaturkan permohonan maaf atas kekhillafan yang telah saya perbuat. Mudah-mudahan Sekolah Indonesia Davao semakin berjaya di masa-masa yang akan datang. Amiin

1 thought on “Kenangan Indahku merajut mimpi dan kebahagiaan bersama mereka.

  1. Kamipun bangga pada Bu Maslina yang telah memberikan warna kepada sekolah kami tercinta Sekolah Indonesia Davao. Selamat jalan Ibu, mohon jadikanlah SID sebagai rumah kedua ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s