Pentas Kesenian Nusantara Mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

pentas seniMengakhiri materi PPKn kelas VII pada Bab 4 yakni tentang keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, Sekolah Indonesia Davao (SID) pada Jumat (21/02) menyelenggarakan pentas seni nusantara. Peserta pentas seni adalah kelas VII yang terbagi menjadi 5 kelompok. Dalam pentas seni tersebut mereka menampilkan kesenian daerah yang berasal dari pulau-pulau besar di Indonesia. Tarian yang ditampilkan pada pentas seni tersebut adalah Tari Tor Tor- Sumatera, Tari Jaipong-Jawa Barat, Tari Ruai- Kalimantan, Tari Tulolona-Sulawesi, dan Tari Yamko Rambe Yamko- Papua.
Acara dibuka dengan tarian nusantara yang ditampilkan oleh seluruh siswa kelas VII. Setelah itu setiap kelompok menampilkan tarian yang sudah dipersiapkan.
Usai menampilkan Tari Tor Tor, Aika (salah satu penari) menyampaikan bahwa ia senang memilih tari Tor Tor dari Sumatera untuk ditampilkan. Kiat untuk bisa tampil dengan baik adalah terus latihan supaya hafal.
“Saya senang. Terus latihan saja agar hafal.” Ungkap Aika saat ditanya MC kesan dan pesan dalam pentas seni yang ditampilkan
Sorak ramai dan tepuk tangan penonton semakin meriah hingga ujung acara. Setelah menampilkan tarian, para peserta pensi berlenggak lenggok di catwalk memeragakan busana daerah yang dikenakan.
Guru PPKn SID, Bapak Moh. Imam selaku guru yang memberi tugas pentas seni tersebut menyampaikan tujuan tugas pensi adalah bagian penilaian ranah keterampilan pada Mapel PPKn kelas VII bab 4 tentang keberagaman suku.
“Agar mereka mendapatkan pengalaman langsung untuk menampilkan produk-produk budaya, khususnya kesenian Indonesia dalam koridor keberagaman suku.” Lanjut pak Imam
Pak Imam mengapresiasi kemandirian siswa dari awal hingga akhir karena proses persiapan hanya kurang lebih 3 minggu. Mereka menggarap sendiri materi penampilan dibantu oleh Kichi Coralde, siswa kelas IX.
“Pentas Kesenian ini adalah bagian penilaian dari akhir Bab 4 tentang Keberagaman Suku. Tari yang ditampilkan adalah tarian yang mewakili pulau-pulau besar di Indonesia. Mudah-mudahan sebagai bentuk pengalaman baru bagi mereka, karena saya yakin di sini tidak semua pandai menari. Paling yang pandai dapat kita lihat ada Mikayla, Brigete, ada Aika.” Kata Pak Imam
“Tapi tadi Arvie gerakannya bagus.” Tambahnya memuji salah satu siswa
“Terima kasih kepada penonton, kepada pak Dede juga yang telah memberikan waktu untuk make up dan semua untuk penonton bapak ibu guru yang telah mensupport.“ Lanjut pak Imam di akhir acara.

Satu Nusa Satu Bangsa
1 INDONESIA
Davao City, Februari 2020
YTR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s